Ekowisata adalah salah satu bentuk kegiatan wisata khusus yang menaruh perhatian besar terhadap kelestarian sumberdaya pariwisata (Damanik dan Weber, 2006). Ekowisata dapat dilihat dari tiga perspektif yakni sebagai produk, pasar dan semua atraksi yang berbasiskan pada sumberdaya alam.
The International Ecotourism Sosiety (TIES) dalam Wood (2002) mendefinisikan ekowisata sebagai perjalanan yang bertanggungjawab terhadap area alam yang mengkonservasi lingkungan dan masyarakat lokal. Sedangkan IUCN menambahkan bahwa perjalanan ini tidak hanya menikmati dan mengapresiasikannya tetapi juga mempromosikan konservasi dan minimal dampak negatif dari kunjungan serta menyediakan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat lokal yang ikut terlibat.
Wood (2002) menuliskan komponen-komponen ekowisata yaitu memberikan kontribusi terhadap kontribusi terhadap konservasi keanekaragaman hayati, menopang kehidupan masyarakat lokal, termasuk dalam sebuah kegiatan interpretasi/ pembelajaran pengalaman, meliputi; aksi tanggung jawab dari wisatawan dan industri pariwisata, perantara awal kelompok untuk usaha kecil serta mengurangi kemungkinan pemakaian sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui. Terdapat komponen lainnya yakni terpusat pada partisipasi lokal, kesempatan berusaha bagi masyarakat pedalaman. Ekowisata mampu menjadi tempat pertumbuhan pasar terbesar industri pariwisata dan berpotensi sebagai alat pengembangan yang penting bagi keberlangsungan.
The International Ecotourism Sosiety (TIES) dalam Wood (2002) mendefinisikan ekowisata sebagai perjalanan yang bertanggungjawab terhadap area alam yang mengkonservasi lingkungan dan masyarakat lokal. Sedangkan IUCN menambahkan bahwa perjalanan ini tidak hanya menikmati dan mengapresiasikannya tetapi juga mempromosikan konservasi dan minimal dampak negatif dari kunjungan serta menyediakan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat lokal yang ikut terlibat.
Wood (2002) menuliskan komponen-komponen ekowisata yaitu memberikan kontribusi terhadap kontribusi terhadap konservasi keanekaragaman hayati, menopang kehidupan masyarakat lokal, termasuk dalam sebuah kegiatan interpretasi/ pembelajaran pengalaman, meliputi; aksi tanggung jawab dari wisatawan dan industri pariwisata, perantara awal kelompok untuk usaha kecil serta mengurangi kemungkinan pemakaian sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui. Terdapat komponen lainnya yakni terpusat pada partisipasi lokal, kesempatan berusaha bagi masyarakat pedalaman. Ekowisata mampu menjadi tempat pertumbuhan pasar terbesar industri pariwisata dan berpotensi sebagai alat pengembangan yang penting bagi keberlangsungan.
Fandelli dan Nurdin (2005) mengatakan bahwa ekowisata tidak menjual destinasi tetapi ilmu pengetahuan dan filsafat lokal maupun ekosistem dan sosiosistem. Oleh karena itu, batasan dalam ekowisata pun muncul sebagai bentuk dan kegiatan wisata yang bertumpu pada lingkungan dan bermanfaat secara ekologi, sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal serta kelestarian sumberdaya alam dan pemanfaatan yang berkelanjutan.
(Lets make benefit for this world)
.jpg)